Ilmu & Peng di klpkan
:
1. Natural science ( Ilmu
Alamiah)
2. Social Science
3. The Humanities ( peng.
Budaya )
I S D –
msk social science. Tdk masuk dlm klp pengantar sep Peng Il Pol, Sosiologi dll
I S D
menggunakan berbag disiplin ilmu ut
menanggapi berbagai persoalan social yg ada
Sasaran / obyek kajian ISD
1.
Berbag kenyataan bersama yg mrpkan masalah social dpt ditanggapi mll pendekatan sendiri maupun
pendekatan antar bidang
2.
Keaneka ragaman dan kesatuan social dlm masy msg2 memiliki kepentingan dan kebutuhan
sendiri, ttp jg tdpt persamaan kepentingan yg dpt mengakibatkan kerjasama dan
pertentangan
Inti ISD – upaya ut
memberikan peng dasar & peng umum ttg konsep2 yg dikembangkan ut mengkaji
gejala2 sos shg daya tangkap, persepsi seseorg meningkat.
Tujuannya : membantu
perkembangan wawasan pikiran dan kepribadian mhs shg memiliki kredibilitas yg diharapkan dlm menghadapi org lain
I B D
dlm klp ilmu dan pengetahuan – termasuk dlm klp peng budaya (the humanities),
ttp tdk identik dgn peng budaya ?
Peng budaya – mengkaji
masalah nilai man sebag mahluk berbudaya, sedangkan IBD – mengkaji masalah
kemanusiaan dan budaya
Kajian pokok IBD adalah
berbagai aspek kehidupan yg seluruhnya mrpkan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya
serta hakikat manusia yg satu
Tujuan IBD mengembangkan
kepribadian manusia dgn cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan
kritikal thdp masalah2 budaya
Kolaborasi antara ISD dgn IBD – melahirka ISBD
meskipun berbeda ruanglingkupnya
Ruanglingkup ISD meliputu
:
§ Individu, keluarga dan
masy
§ Masy desa dan masy kota
§ Masalah penduduk
§ Pelapisan social
§ Pemuda dan sosialisasi
§ Ilmu pengetahuan, teknologi,
dan kemiskinan
Ruang lingkup IBD meliputi
:
§ Manusia dan pandangan
hidup
§ Manusia dan keindahan
§ Manusia dan keadilan
§ Manusia dan cinta kasih
§ Manusia dan tanggung jawab
§ Manusia kegelisahan
§ Manusia dan harapan
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BERBUDAYA
Man sebag mahluk budaya –
hrs berkemampuan :
·
Menciptakan kebaikan
·
Menciptakan keadilan
·
Menciptakan kebenaran
·
Bertanggung jawab
Sebag mahluk berbud –
mendayagunakan akal budinya ut menciptakan kebahagiaan baik ut dirinya maupun
bg masy demi kesempurnaan hidupnya
Kebudayaan – budaya . . .
. .
Budaya : hsl cipta, karsa,
dan rasa dr man
Man – mahluk Tuhan. Mahluk
Tuhan meliputi : alam, tumbuhan, binatang, man
Sifat yg dimiliki mahluk
Tuhan :
·
Alam memiliki sifat wujud
· Tumbuhan memiliki sifat
wujud dan hidup
· Binatang memiliki sifat wujud,
hidup, dan dibekali nafsu
·
Man memiliki sifat wujud, hidup, nafsu, dan akal budi
Man memp akal budi –
memiliki kebutuhan
o
Kebutuhan yg bersifat kebendaan berupa jasmani / biologis :
makan, minum, bernafas, istrahat dll
o
Kebutuhan yg bersifat rohani / mental psikologis : kasih sayang,
pujian, perasaan aman, kebebasan dll
Abraham Maslow – kebutuhan
man dpt diklasifikasi menjadi 5 tingkatan :
o
Physiological needs ( kebutuhan fisiologis). Kebutuhan dasar,
makan, pakaian, perumahan, kesehatan, seks
o
Safety and security needs (rasa aman dan perlindungan), bebas
dr rasa takut, ancaman penyakit, kemiskinan, kelaparan, perlakuan tdk adil dll
o
Social needs , dicintai, diperhitungkan sebagai pribadi,
diakui sebagai anggota klp, rasa setia
kawan, kerjasama, persahabatan,
interaksi dll
o
Esteem needs (penghargaan) , dihargai kemampuannya, jabatan,
kedudukan, status, pangkat dll
o
Self actualization (aktualisasi diri), memaksimalkan
penggunaan potensi, kemampuan, bakat, kreatifitas, ekspresi diri, prestasi dll batas, 30 – 10 blm dijelaskan, 1 – 11 – 012, 2 – 11 - 012
Lihat piramida . . . . . .
.
Man tdk sekedar “homo, ttp juga hrs meningkatkan diri
menjadi human” (man yg manusiawi).
Memanusiakan man –
perilaku man ut senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan derajat man
lain
Memanusiakan man memberi
2 keuntungan :
Dgn akal budi man mampu
menciptakan kebudayaan
Kebu = hsl akal budi man dlm
interaksinya baik dgn alam maupun man lainnya
APRESIASI THDP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN
Keman – hakikat dan sifat2
khas dr man sebag mahluk yg tinggi harkat & martabatnya.
Harkat – nilai; . . . . .
martabat – kedudukan …. . . .
Prinsip kemanusiaan –
adanya penghargaan dan penghormatan thdp harkat dan martabat man yg luhur
Hakikat man terdiri atas :
o
Monodualis susunan. Man terdiri dr aspek keragaan; meliputi wujud
materi , vegetatif, animalis, cipta,
karsa dan rasa
o
Monodualis sifat -- Man sebag mahluk individu & man sebag
mahluk sosial
o
Monodualis kedudukan – man sebag mahluk berkepribadian
merdeka, menunjukkan keterbatasannya sebag mahluk Tuhan
Man – berkemanusiaan –
berkebudayaan. Keb – memiliki wujud
o
Wujud ideal ( gagasan )
o
Wujud tindakan (aktivitas )
o
Wujud artefak ( karya )
Unsur- unsur keb yg
bersifat universal :
o
Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi )
o
Sistem mata pencaharian hidup
o
Sistem kemasyarakatan / orga social
o
Kesenian dan bahasa
o
Sistem pengetahuan
o
Sistem religi
Keseluruhan unsur keb –
hrs dibalut dgn etika dan estetika ? . . . . .
Etika – ajaran baik buruk
yg diterima umum ttg sikap, perbuatan kewajiban dll yg terjadi sehari-hari dlm
masy.
Etika mengandung makna :
o
Etika dlm arti nilai atau norma – menjadi pegangan bg seseorg
/ klp dlm mengatur tingkah laku
o
Etika dlm arti ilmu / ajaran baik – buruk
Estetika – teori ttg
keindahan. Keindahan mengandung 3 makna
o
Keindahan mengandung ide kebaikan
o
Keindahan terbatas pd lingkup persepsi penglihatan (btk,
warna dll)
o
Keindahan menyangkut pengalaman estetika seseorg
Keb diciptakan man dlm klp
dan wil yg berbeda-beda. Keb mrpkan identitas dr persekutuan hidup man (masy,
suku, atau bgs)
Masy selalu mengalami
perkembangan, keb ikut mengalami dinamika yg selalu sesuai dgn pergaulan hidup
man sebag pemilik keb.
Dlm kaitannya dgn
perkembangan masy, mk dlm keb akan ikut mengalami pergeseran :
·
Pewarisan keb – proses pemindahan / penerusan keb dr generasi
ke generasi secara berkesinambungan – vertical. Pewarisan keb dpt dilakukan dgn
2 cara: (1) enkulturasi : proses mempelajari menyesuaikan pikiran dan sikap
individu dgn sist norma, adat dan peraturan hidup dlm keb, (2) sosialisasi :
individu menyesuaikan diri dgn individu lain
·
Perubahan keb – perubahan yg terjadi sebag akibat adanya
ketdk sesuaian diantara unsur2 bud yg saling berbeda shg terjadi keadaan yg fungsinya
tdk serasi bagi kehidupan
·
Penyebaran keb
MANUSIA,
KERAGAMAN, DAN KESETARAAN
HAKIKAT KERAGAMAN DAN
KESETARAAN MANUSIA
Man. - sebag mahluk individu . . . . . . . . . . .
. . .punya keinginan, kemauan, emosi, ego, cita2 – shg berbeda dgn yg lain –
keragaman
-
Sebag mahluk sosial . . . . . . . . . . kerjsama, interaksi,
kom, budaya, . . . . – keragaman terjadi berdasarkan pada klp tertentu – suku,
agama, wil, pol, umur, jenis kelamin
Keragaman tdk berarti tdk
selalu setara ?
Secara alamia, keragaman
dan kesetaraan selalu terjadi pd man (selalu diinginkan) – sekaligus
menciptakan problem dlm setiap kehidupan man. ?
Keragaman – ragam—banyak
artinya (1) sikap, tl, cara, (2) macam, jenis, (3) music, lagu, langgam, (4)
warna, corak, (5) laras (tata bhs)
Keragaman tdk berarti man
banyak jenis, ttp man memiliki perbedaan
Perbedaan individu – dpt ditinjau dr sifat pribadi
(sikap, watak, kelakuan, temramen, hasrat
Perbedaan sebag mahluk social – suku, agama, idiologi, bud,
ek, status social
Dr perbedaan – akan muncul
gejala kesetaraan ? . . . . . . .
Kesetaraan berasal dr kata
setara = sedeajat : sama tingkatan = man sebag mahluk Tuhan memiliki tingkatan
/ kedudukan yg sama kebanyakan kt tdk mengakui ? . . . . . . . . . . –
indicator ek, ego, status social
Kedudukan yg sama
bersumber dr pandangan bhw semua man tanpa dibedakan adalah diciptakan dgn
kedudukan yg sama yaitu sebag mahluk mulia dan
tinggi derajatnya disbanding mahluk lain
Persamaan kedudukan/
derajat – berimplikasi pd adanya pengakuan akan kesetaraan man
Kesederajatan : suatu
sikap mengakui adanya persamaan derajat,persamaan
hak, dan persamaan kewajiban sebag sesama
man. implikasinya : perlunya jaminan akan hak2 agar setiap man bs
merealisasikan
KEMAJEMUKAN DLM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
Keragaman dlm kehidupan
sos akan melahirkan masy majemuk
Konsep masy majemuk –
diperkenalkan Furnivall 1948 – cirri utama masy majemuk adalah berkehidupan secara berkelompok yg
berdampingan secara fisik, ttp terpisah
oleh kehidupan sos dan tergabung dlm sebuah satuan pol. Konsep ini merujuk pd
masy. Indo zaman colonial – pengelompokan komunitasnya didasarkan atas : ras,
ek, etnik dan agama.
Jauh sblmnya Ferdinan
Tonies mengklasifikasi masy atas
§ Gemeinchaft . . . . . .
§ Geselshaft . . . . . .
Usman Pelly 1989 mengklasifikasi
masy majemuk dlm 2 kategori
1. Pembelahan horizontal
meliputi
a.
Ethnic dan ras atau asal-usul keturunan
b.
Bhs daerah
c.
Adat istiadat dan perilaku
d.
Agama, pakaian, dan budaya material lainnya
2. Pembelahan vertikal –
dikelompokan berdasarkan :
a.
Ekonomi/penghasilan
b.
Pendidikan
c.
Pemukiman
d.
Pekerjaan
e.
Keudukan sosial politik
Keseluruhan hal diatas
mrpkan unsur2 yg mempengaruhi keragaman masy ?
Secara spesifik pd konteks
ini man hanya dilihat dr 2 aspek : ras dan etnik
1. Ras – dr bhs prancis dan
Italia = razza. Diperkenalkan Bernier. Esensinya adalah ut membedakan man
berdasarkan kategori/karakteristik warna kulit dan btk wajah. Dr dasar ini
pakar menetapkan hirarki man berdasarkan karakter fisik / biologias.
Berdasarkan karakter
fisik/biologis man dpt dibedakan al: warna kulit, rambut, hidung, dsb.
Secara biologis, konsep
ras selalu dikaitkan dgn pemberian karakteristik seseorg kdlm suatu klp
tertentu yg secara genetic memiliki kesamaan fisik.
Koentjaraningrat membagi
ras dlm 10 klp : Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, Australoid, Melanesia, Mikronesia,
Ainu, Dravida, Polynesia, dan Bushmen.
Indo banyak ras, ms org Indo
yg tinggal dibag barat termasuk dlm ras Mongoloid Malaysia, org Indo yg tinggal
di Papua – ras Melanesia.
2. Etnik/suku
bangsa. Suku
bgs – klp sos – kesatuan hidu – memiliki sist interaksi – memiliki sist
kepemimpinan
F. Baart – etnik : suatu klp masy yg
sebagian besar secara biologis mampu berkembang biak dan bertahan, memp nilai
bud sama dan sadar akan kebersamaan dlm suatu btk bud, membtk jaringan kom dan
interaksi sendiri, membtk sendiri ciri2 klp yg diterima klp lain dan dpt
dibedakan dr klp populasi lain.
KEMAJEMUKAN
SEBAGAI KEKAYAAN BANGSA INDONESIA
Kemajemukan bgs dilatarbelakangi
adanya kemajemukan etnik, agama, gol, ek, dsb.
Keragaman etnik menyebabkan keragaman
: bud, tradisi, kepercayaan, dan pranata sos lain . . . . . . . . . . . .
Keragaman etnik -- mrpkan ciri heterogenitas masy
Etnik/suku mrpkan identitas sos
seseorg ? identifikasi seseorg dpt dikenali dr bhsnya, tradisi,keb, kepercayaan,
dan pranata yg dijaLaninya yg bersumber dr etnik dimana dia berasal.
Identitas etnik lama kelamaan akan
hilang ?
1. Terjadinya perkawinan
silang
2. Tingginya mobilitas masy
3. Perkembangan tek kom
4. Kemajuan teknologi
Banyak karakteristik yg
menunjukan kemajemukan bgs Indo :
1. Jml penddk yg besar
2. Wilayah yg luas
3. Posisi silang
4. Kekayaan alam dan daerah
tropis
5. Jml pulau yg banya
6. Persebaranpulau
KESETARAAN SEBAGAI WARGA MASYARAKAT INDONESIA
Kesetaraan menunjuk pd
adanya persamaan kedudukan, hak dan kewajiban sebagai warga Negara. Kesetraan :
a. Hukum
b. Sospol
c. Keb
d. Ekonomi
e. Keamanan dsb
sekedar isapan jempol ? pencuri
semangka dgn koruptor
PROBLEMA KERAGAMAN SERTA SOLUSINYA DLM KEHIDUPAN
Keragaman adalah suatu
kenyataan sekaligus kekayaan
Keragaman bs berorientasi
positif dan juga negatif ? . . . . . . . . . . .
Van de Berge – keragaman memiliki
sifat dasar :
a. Terjadinya segmentasi
kedlm klp2 yg seringkali memiliki keb yg berbeda
b. Memiliki struktur sos yg
terbagi bagi kedlm lbg2 yg bersifat nonkomlementer
c. Kurang mengembangkan
konsensus diantara para ang masy ttg nilai2 sosial yg bersifat dasar
d. Secara relative sering
sekali terjadi konflik diantara klp satu dgn klp lain
e. Secara relative integrasi
sos tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan dibidang ekonomi
f.
Adanya dominasi pol oleh suatu klp thdp klp lainnya
Keragaman masy berpotensi
:
1. Menimbulkan segmentasi klp
2. Struktur yg terbagi-bagi
3. Konsensus yg lemah
4. Sering terjadi konflik
5. Integrasi yg dipaksakan
6. Adanya dominasi klp
Konflik atau pertentangan
terdiri dr 2 fase : (1) fase disharmoni – menunjuk pd adanya perbedaan
pandangan ttg tujua, nilai, norma dan tindakan antar klp, (2) fase disintegrasi
– menunjuk pd perbedaan yg tdk dpt disatukan lagi ttg pandangan, nilai, norma
dan tindakan klp yg menyebabkan perbedaan antar klp
Pemicu konflik yg sulit dihilangkan adalah penyakit2 budaya.
Penyakit bud meliputi
a. Etnosentrisme : suatu
kecenderungan yg melihat nilai atau norma kebudayaannya sendiri sebag sesuatu
yg mutlak serta menggunakannya sebag tolok ukur keb lain
b. Stereotip pemberian sifat tertentu thdp seseorg
berdasarkan kategori yg bersifat subyektif hanya krn dia berasal dr klp yg lain
c. Prasangka : pernyataan yg
hanya didasarakan pd pengalaman dan
keputusan yg tdk teruji sblmnya
d. Rasisme : perasaan
menentang kebenaran yg berasal dr luar selain yg ada pd diri atau klpnya
e. Diskriminasi : tindakan yg
membeda-bedakan dan kurang bersahabat dr klp dominan thdp klp subordinasinya
f.
Scape goating (pengkambing
hitaman) :
Hal2 yg bisa memperkecil
pengaruh negative dr keragaman :
1. Semangat religious
2. Semangat nasionalisme
3. Semangat pluralism
4. Semangat humanism
5. Dialog antar umat beragama
6. Membangun satu pola kom ut
interaksi maupun konfigurasi hubungan
PROBLEM KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DLM KEHIDUPAN
Kesetaraan – persamaan kedudukan
man : suatu sikap ut mengakui adanya persamaan derajat, hak dan kewajiban sebag
sesame man.
Indicator kesetaraan :
·
Adanya persamaan derajat dilihat dr agama, suku bgs, gol dll
·
Adanya persamaan hak dr segi pendidikan, pekerjaan dan
kehidupan yg layak
·
Adanya persamaan kewajiban sebag hamba Tuhan, individu dan
ang masy
Problema yg sering muncul
bila tdk mengakui adanya kesetaraan ?
Tdk mengakui adanya
kesetaraan – diskriminasi : setiap tindakan yg melakukan pembedaan thdp seseorg
atau seklp org berdasarkan berbagai hal. Sep ras, agama, kondisi fisik dll
HAKIKAT NILAI DAN MORAL
Dlm kehidupan sehari2, man
selalu bergelut dgn nilai
Banyak pakar yg
mengidentikkan nilai dgn : harga, angka, skor, kadar, mutu ?
Bambang Daroeso – nilai : suatu
kualitas / penghargaan thdp sesuatu yg menjadi dasar penentu tl seseorg
Darji Darmodiharjo – nilai
: keadaan yg bermanfaat bg man baik lahir maupun batin
Sesuatu dianggap bernilai
apabila memiliki sifat :
Ø Menyenangkan
Ø Berguna
Ø Memuaskan
Ø Menguntungkat
Ø Menarik
Ø Keyakinan
Ada 2 pdpt ttg nilai
Ø Niliai itu obyektif – tdk
ada yg diciptakan didunian ini yg tdk bernilai. Kebanyakan man tdk mengetahui
nilai apa yg ada pd sesuatu
Ø Nilai itu subyektif – sangat
ditentukan tingkat kepentingan sesuatu thdp seseorg. Ms nasi lbh bernilai dr
berlian ?
Nilai penting bg kehidupan man ?
nilai bersifat normatif dan menjadi motivator tindakan man
KEADILAN DALAM HUKUM
Keadilan : sebag suatu
keadaan dimana semua org dlm situasi yg sama diperlakukan secara sama
Plato – keadilan dpt
diklasifikasi
Ø Keadilan komunikatif :
keadilan yg memberikan kpd setiap org sama banyaknya tanpa mengingat berapa
besar jasa2 yg telah diberikan
Ø Keadilan distributif :
keadilan yg memberikan hak atau jata kpd setiap org berdasarkan jasa2 yg telah
diberikan
Ø Keadilan moral : keadilan
yg mengikuti penyesuaian atau pemberian t4 seseorg dlm masy sesuai dgn
kemampuannya dan yg dianggap sesuai dgn
kemampuan ybs
Keadilan akan memperkuat
kaidah dlm menuju aturan normatif (hukum) shg berfungsi optimal
Fungi hukum
Ø Sebag alat pengatur tertib
hub masy – menunjukan mana yg baik - mana yg buruk, mana yg boleh – mana yg
tdk, mana yg benar – mana yg salah
Ø Sebag sarana ut mewujudkan
keadilan social – mempunyai ciri memerintah dan melarang, mempunyai sifat
memaksa, mempunyai daya yg mengikat secara fisik dan psikhis
Ø Sebag penggerak
pembangunan
Faktor2 penyebab masy
mematuhi hukum
§ Kepentingan2 masy yg
terlindungi oleh hokum
§ Pemenuhan keinginan – org
mematuhi hukum krn adanya harapan ut menghindarkan diri dari sanksi
§ Identification – pematuhan
akan kaidah hukum bukan nilai sesengguhnya melainkan krn keinginannya ut
memelihara hub dgn ang masy lain
§ Internalization – kepatuhan
ang masy kpd hokum krn kaidah2 hukum sesuai dgn nilai2 yg menjadi pegangan
sebagian besar ang masy.
HAKIKAT SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI
Sains, teknologi, seni –
esensi dari kebudayaan ? . . . . .
Kluckhon – ada 7 unsur keb
: (1) peralatan hidup/teknologi, (2) sist mata pencaharian hidup/ekonomi, (3)
sist kemasyarakatan / orga sos, (4) kesenian / seni, (5) sist pengetahuan /
sains, (6) sist kepercayaan / religi, (7) sist bhs
Seluruh unsur keb – pasti
ada pd setiap masy apapun keberadaannya (maju, tradisional). Makin maju suatu
masy – unsure kebudayaannya juga semakin maju ? ----- fungsi sains/iptek . . . . . . .
Fungsi utama iptek :
membantu man agar aktivitas kehidupannya lebih mudah, lancar, efisien dan
efektif shg kehidupannya menjadi lbh bermakna dan produktif.
Para filosof tekadang
membedakan antara ilmu pengetahuan dan teknologi
Brown dan Brown –
teknologi : penerapan praktis ilmu pengetahuan ut mengerjakan sesuatu yg kita
inginkan
Marwah Daud Ibrahin – ilmu
pengetahuan : suatu jawaban sistematis atas kata “why/mengapa”, sedangkan
teknologi : jawaban praktis dari pertanyaan “how/bagaimana”
Iptek – menimbulkan
berbagai perubahan dlm masy. Positif, bs
negative . . . . .
Secara makro perubahan yg
terjadi :
1. Perubahan intelektual –
meninggalkan kebiasaan lama mulai mengabil kebiasaan baru – reaktualisasi
2. Perubahan dlm orgasos yg
mengarah pd kehidupan pol
3. Perubahan dan benturan2 thdp
tata nilai dan tata lingkungan
4. Perubahan dibidang
industry
Pengaruh negatif iptek lbh
nampak apabila perkembangan iptek tdk diikuti perkembangan kemampuan manusia .
. . . . .
Secara umum, masalah yg
dihadapi Indo terkait dgn pemanfaatan iptek :
1. Rendahnya kemampuan iptek
nasional dlm menghadapi perkembangan global ( urutan ke 60 dari 72 negara)
2. Rendahnya kontribusi iptek nas dibidang produksi
3. Blm optimalnya mekanisme
intermediasi iptek yg menjembatani interaksi antara kapasitas penyedia iptek
dengan kebutuhan pengguna
4. Lemahnya sinergi kebijakan
iptek shg kegiatan iptek blm memberikan hsl yg signifikan
5. Masih terbatasnya sumber
daya iptek
6. Blm berkembangnya budaya
iptek dikalangan masy
7. Blm optimalnya peran ipten
dlm mengatasi degradasi fungsi lingkungan hidup
8. Msh lemahnya peran iptek
dlm mengantisipasi dan menanggulangi bencana alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar