Rabu, 14 Desember 2016

HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP I S D & I B D


Ilmu & Peng di klpkan :
1.      Natural science ( Ilmu Alamiah)
2.      Social Science
3.      The Humanities ( peng. Budaya )
I  S  D – msk social science. Tdk masuk dlm klp pengantar sep Peng Il Pol, Sosiologi dll
I  S   D menggunakan berbag  disiplin ilmu ut menanggapi berbagai persoalan social yg ada
 Sasaran / obyek kajian ISD
1.      Berbag kenyataan bersama yg mrpkan masalah social  dpt ditanggapi mll pendekatan sendiri maupun pendekatan antar bidang
2.      Keaneka ragaman dan kesatuan social dlm masy  msg2 memiliki kepentingan dan kebutuhan sendiri, ttp jg tdpt persamaan kepentingan yg dpt mengakibatkan kerjasama dan pertentangan
Inti ISD – upaya ut memberikan peng dasar & peng umum ttg konsep2 yg dikembangkan ut mengkaji gejala2 sos shg daya tangkap, persepsi seseorg meningkat.
Tujuannya : membantu perkembangan wawasan pikiran dan kepribadian mhs shg memiliki kredibilitas  yg diharapkan dlm menghadapi org lain
I  B  D dlm klp ilmu dan pengetahuan – termasuk dlm klp peng budaya (the humanities), ttp tdk identik dgn peng budaya ?
Peng budaya – mengkaji masalah nilai man sebag mahluk berbudaya, sedangkan IBD – mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya
Kajian pokok IBD adalah berbagai aspek kehidupan yg seluruhnya mrpkan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya serta hakikat manusia yg satu
Tujuan IBD mengembangkan kepribadian manusia dgn cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritikal thdp masalah2 budaya
 Kolaborasi antara ISD dgn IBD – melahirka ISBD meskipun berbeda ruanglingkupnya
Ruanglingkup ISD meliputu :
§  Individu, keluarga dan masy
§  Masy desa dan masy kota
§  Masalah penduduk
§  Pelapisan social
§  Pemuda dan sosialisasi
§  Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan
Ruang lingkup IBD meliputi :
§  Manusia dan pandangan hidup
§  Manusia dan keindahan
§  Manusia dan keadilan
§  Manusia dan cinta kasih
§  Manusia dan tanggung jawab
§  Manusia kegelisahan
§  Manusia dan harapan 
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BERBUDAYA
Man sebag mahluk budaya – hrs berkemampuan :
·         Menciptakan kebaikan
·         Menciptakan keadilan
·         Menciptakan kebenaran
·         Bertanggung jawab
Sebag mahluk berbud – mendayagunakan akal budinya ut menciptakan kebahagiaan baik ut dirinya maupun bg masy demi kesempurnaan hidupnya
Kebudayaan – budaya . . . . .
Budaya : hsl cipta, karsa, dan rasa dr man
Man – mahluk Tuhan. Mahluk Tuhan meliputi : alam, tumbuhan, binatang, man
Sifat yg dimiliki mahluk Tuhan :
·   Alam memiliki sifat wujud
·   Tumbuhan memiliki sifat wujud dan hidup
·   Binatang memiliki sifat wujud, hidup, dan dibekali nafsu
·   Man memiliki sifat wujud, hidup, nafsu, dan akal budi
Man memp akal budi – memiliki kebutuhan
o   Kebutuhan yg bersifat kebendaan berupa jasmani / biologis : makan, minum, bernafas, istrahat dll
o   Kebutuhan yg bersifat rohani / mental psikologis : kasih sayang, pujian, perasaan aman, kebebasan dll
Abraham Maslow – kebutuhan man dpt diklasifikasi menjadi 5 tingkatan :
o   Physiological needs ( kebutuhan fisiologis). Kebutuhan dasar, makan, pakaian, perumahan, kesehatan, seks
o   Safety and security needs (rasa aman dan perlindungan), bebas dr rasa takut, ancaman penyakit, kemiskinan, kelaparan, perlakuan tdk adil dll
o   Social needs , dicintai, diperhitungkan sebagai pribadi, diakui sebagai anggota klp, rasa  setia kawan, kerjasama, persahabatan,  interaksi dll
o   Esteem needs (penghargaan) , dihargai kemampuannya, jabatan, kedudukan, status, pangkat dll
o   Self actualization (aktualisasi diri), memaksimalkan penggunaan potensi, kemampuan, bakat, kreatifitas, ekspresi diri, prestasi dll batas, 30 – 10 blm dijelaskan, 1 – 11 – 012, 2 – 11 - 012
Lihat piramida . . . . . . .
Man tdk sekedar “homo, ttp juga hrs meningkatkan diri menjadi human” (man yg manusiawi).
Memanusiakan man – perilaku man ut senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan derajat man lain
Memanusiakan man memberi 2  keuntungan :
*      Pd diri senndiri – akan menunjukan harga diri dan nilai luhur pribadi sebag man
*      Pd org lain – akan memberikan rasa percaya, rasa hormat, kedamaian dan kesejahteraan hidup
Dgn akal budi man mampu menciptakan kebudayaan
Kebu = hsl akal budi man dlm interaksinya baik dgn alam maupun man lainnya
APRESIASI THDP KEMANUSIAAN DAN KEBUDAYAAN 
Keman – hakikat dan sifat2 khas dr man sebag mahluk yg tinggi harkat & martabatnya.
Harkat – nilai;  . . . . .  martabat – kedudukan …. . . .
Prinsip kemanusiaan – adanya penghargaan dan penghormatan thdp harkat dan martabat man yg luhur
Hakikat man terdiri atas :
o   Monodualis susunan. Man terdiri dr aspek keragaan; meliputi wujud materi , vegetatif,  animalis, cipta, karsa dan rasa
o   Monodualis sifat -- Man sebag mahluk individu & man sebag mahluk sosial
o   Monodualis kedudukan – man sebag mahluk berkepribadian merdeka, menunjukkan keterbatasannya sebag mahluk Tuhan
Man – berkemanusiaan – berkebudayaan. Keb – memiliki wujud
o   Wujud ideal ( gagasan )
o   Wujud tindakan (aktivitas )
o   Wujud artefak ( karya )
Unsur- unsur keb yg bersifat universal :
o   Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi )
o   Sistem mata pencaharian hidup
o   Sistem kemasyarakatan / orga social
o   Kesenian dan bahasa
o   Sistem pengetahuan
o   Sistem religi
Keseluruhan unsur keb – hrs dibalut dgn etika dan estetika ? . . . . .
Etika – ajaran baik buruk yg diterima umum ttg sikap, perbuatan kewajiban dll yg terjadi sehari-hari dlm masy.
Etika mengandung makna :
o   Etika dlm arti nilai atau norma – menjadi pegangan bg seseorg / klp dlm mengatur tingkah laku
o   Etika dlm arti ilmu / ajaran baik – buruk
Estetika – teori ttg keindahan. Keindahan mengandung 3 makna
o   Keindahan mengandung ide kebaikan
o   Keindahan terbatas pd lingkup persepsi penglihatan (btk, warna dll)
o   Keindahan menyangkut pengalaman estetika seseorg
Keb diciptakan man dlm klp dan wil yg berbeda-beda. Keb mrpkan identitas dr persekutuan hidup man (masy, suku, atau bgs)
Masy selalu mengalami perkembangan, keb ikut mengalami dinamika yg selalu sesuai dgn pergaulan hidup man sebag pemilik keb.
Dlm kaitannya dgn perkembangan masy, mk dlm keb akan ikut mengalami pergeseran :
·         Pewarisan keb – proses pemindahan / penerusan keb dr generasi ke generasi secara berkesinambungan – vertical. Pewarisan keb dpt dilakukan dgn 2 cara: (1) enkulturasi : proses mempelajari menyesuaikan pikiran dan sikap individu dgn sist norma, adat dan peraturan hidup dlm keb, (2) sosialisasi : individu menyesuaikan diri dgn individu lain
·         Perubahan keb – perubahan yg terjadi sebag akibat adanya ketdk sesuaian diantara unsur2 bud yg saling berbeda shg terjadi keadaan yg fungsinya tdk serasi bagi kehidupan
·         Penyebaran keb
MANUSIA, KERAGAMAN, DAN KESETARAAN
HAKIKAT  KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA
Man.   -    sebag mahluk individu . . . . . . . . . . . . . .punya keinginan, kemauan, emosi, ego, cita2 – shg berbeda dgn yg lain – keragaman
-          Sebag mahluk sosial . . . . . . . . . . kerjsama, interaksi, kom, budaya, . . . . – keragaman terjadi berdasarkan pada klp tertentu – suku, agama, wil, pol, umur, jenis kelamin
Keragaman tdk berarti tdk selalu setara ?
Secara alamia, keragaman dan kesetaraan selalu terjadi pd man (selalu diinginkan) – sekaligus menciptakan problem dlm setiap kehidupan man. ?
Keragaman – ragam—banyak artinya (1) sikap, tl, cara, (2) macam, jenis, (3) music, lagu, langgam, (4) warna, corak, (5) laras (tata bhs)
Keragaman tdk berarti man banyak jenis, ttp man memiliki perbedaan
Perbedaan  individu – dpt ditinjau dr sifat pribadi (sikap, watak, kelakuan, temramen, hasrat
Perbedaan  sebag mahluk social – suku, agama, idiologi, bud, ek, status social
Dr perbedaan – akan muncul gejala kesetaraan ? . . . . . . .
Kesetaraan berasal dr kata setara = sedeajat : sama tingkatan = man sebag mahluk Tuhan memiliki tingkatan / kedudukan yg sama kebanyakan kt tdk mengakui ? . . . . . . . . . . – indicator ek, ego, status social
Kedudukan yg sama bersumber dr pandangan bhw semua man tanpa dibedakan adalah diciptakan dgn kedudukan yg sama yaitu sebag mahluk mulia dan  tinggi derajatnya disbanding mahluk lain
Persamaan kedudukan/ derajat – berimplikasi pd adanya pengakuan akan kesetaraan man
Kesederajatan : suatu sikap mengakui adanya  persamaan derajat,persamaan hak, dan persamaan kewajiban sebag sesama  man. implikasinya : perlunya jaminan akan hak2 agar setiap man bs merealisasikan
KEMAJEMUKAN DLM DINAMIKA SOSIAL BUDAYA
Keragaman dlm kehidupan sos  akan melahirkan masy majemuk
Konsep masy majemuk – diperkenalkan Furnivall 1948 – cirri utama masy majemuk  adalah berkehidupan secara berkelompok yg berdampingan secara fisik, ttp  terpisah oleh kehidupan sos dan tergabung dlm sebuah satuan pol. Konsep ini merujuk pd masy. Indo zaman colonial – pengelompokan komunitasnya didasarkan atas : ras, ek, etnik dan agama.
Jauh sblmnya Ferdinan Tonies mengklasifikasi masy atas
§  Gemeinchaft . . . . . .
§  Geselshaft . . . . . .

Usman Pelly 1989 mengklasifikasi masy majemuk dlm 2 kategori
1.      Pembelahan horizontal meliputi
a.      Ethnic dan ras atau asal-usul keturunan
b.      Bhs daerah
c.       Adat istiadat dan perilaku
d.      Agama, pakaian, dan budaya material lainnya
2.      Pembelahan vertikal – dikelompokan berdasarkan :
a.      Ekonomi/penghasilan
b.      Pendidikan
c.       Pemukiman
d.      Pekerjaan
e.      Keudukan sosial politik
Keseluruhan hal diatas mrpkan unsur2 yg mempengaruhi keragaman masy ?
Secara spesifik pd konteks ini man hanya dilihat dr 2 aspek : ras dan etnik
1.      Ras – dr bhs prancis dan Italia = razza. Diperkenalkan Bernier. Esensinya adalah ut membedakan man berdasarkan kategori/karakteristik warna kulit dan btk wajah. Dr dasar ini pakar menetapkan hirarki man berdasarkan karakter fisik / biologias.  
Berdasarkan karakter fisik/biologis man dpt dibedakan al: warna kulit, rambut, hidung, dsb.
Secara biologis, konsep ras selalu dikaitkan dgn pemberian karakteristik seseorg kdlm suatu klp tertentu yg secara genetic memiliki kesamaan fisik.
Koentjaraningrat membagi ras dlm 10 klp : Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, Australoid, Melanesia, Mikronesia, Ainu, Dravida, Polynesia, dan Bushmen.
Indo banyak ras, ms org Indo yg tinggal dibag barat termasuk dlm ras Mongoloid Malaysia, org Indo yg tinggal di Papua – ras Melanesia.
2.      Etnik/suku bangsa. Suku bgs – klp sos – kesatuan hidu – memiliki sist interaksi – memiliki sist kepemimpinan
F. Baart – etnik : suatu klp masy yg sebagian besar secara biologis mampu berkembang biak dan bertahan, memp nilai bud sama dan sadar akan kebersamaan dlm suatu btk bud, membtk jaringan kom dan interaksi sendiri, membtk sendiri ciri2 klp yg diterima klp lain dan dpt dibedakan dr klp populasi lain.

KEMAJEMUKAN SEBAGAI KEKAYAAN BANGSA INDONESIA
Kemajemukan bgs dilatarbelakangi adanya kemajemukan etnik, agama, gol, ek, dsb.
Keragaman etnik menyebabkan keragaman : bud, tradisi, kepercayaan, dan pranata sos lain . . . . . . . . . . . .
Keragaman etnik  -- mrpkan ciri heterogenitas masy
Etnik/suku mrpkan identitas sos seseorg ? identifikasi seseorg dpt dikenali dr bhsnya, tradisi,keb, kepercayaan, dan pranata yg dijaLaninya yg bersumber dr etnik dimana dia berasal.
Identitas etnik lama kelamaan akan hilang ?
1.      Terjadinya perkawinan silang
2.      Tingginya mobilitas masy
3.      Perkembangan tek kom
4.      Kemajuan teknologi
Banyak karakteristik yg menunjukan kemajemukan bgs Indo :
1.      Jml penddk yg besar
2.      Wilayah yg luas
3.      Posisi silang
4.      Kekayaan alam dan daerah tropis
5.      Jml pulau yg banya
6.      Persebaranpulau
KESETARAAN SEBAGAI WARGA MASYARAKAT INDONESIA  
Kesetaraan menunjuk pd adanya persamaan kedudukan, hak dan kewajiban sebagai warga Negara.  Kesetraan :
a.      Hukum
b.      Sospol
c.       Keb
d.      Ekonomi
e.      Keamanan dsb
sekedar isapan jempol ? pencuri semangka dgn koruptor
PROBLEMA KERAGAMAN SERTA SOLUSINYA DLM KEHIDUPAN
Keragaman adalah suatu kenyataan sekaligus kekayaan
Keragaman bs berorientasi positif dan juga negatif ? . . . . . . . . . . .
Van de Berge – keragaman memiliki sifat dasar :
a.      Terjadinya segmentasi kedlm klp2 yg seringkali memiliki keb yg berbeda
b.      Memiliki struktur sos yg terbagi bagi kedlm lbg2 yg bersifat nonkomlementer
c.       Kurang mengembangkan konsensus diantara para ang masy ttg nilai2 sosial yg bersifat dasar
d.      Secara relative sering sekali terjadi konflik diantara klp satu dgn klp lain
e.      Secara relative integrasi sos tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan dibidang ekonomi
f.        Adanya dominasi pol oleh suatu klp thdp klp lainnya
Keragaman masy berpotensi :
1.      Menimbulkan segmentasi klp
2.      Struktur yg terbagi-bagi
3.      Konsensus yg lemah
4.      Sering terjadi konflik
5.      Integrasi yg dipaksakan
6.      Adanya dominasi klp
Konflik atau pertentangan terdiri dr 2 fase : (1) fase disharmoni – menunjuk pd adanya perbedaan pandangan ttg tujua, nilai, norma dan tindakan antar klp, (2) fase disintegrasi – menunjuk pd perbedaan yg tdk dpt disatukan lagi ttg pandangan, nilai, norma dan tindakan klp yg menyebabkan perbedaan antar klp
Pemicu konflik yg  sulit dihilangkan adalah penyakit2 budaya.
Penyakit bud meliputi
a.      Etnosentrisme : suatu kecenderungan yg melihat nilai atau norma kebudayaannya sendiri sebag sesuatu yg mutlak serta menggunakannya sebag tolok ukur keb lain
b.      Stereotip  pemberian sifat tertentu thdp seseorg berdasarkan kategori yg bersifat subyektif hanya krn dia berasal dr klp yg lain
c.       Prasangka : pernyataan yg hanya didasarakan  pd pengalaman dan keputusan yg tdk teruji sblmnya
d.      Rasisme : perasaan menentang kebenaran yg berasal dr luar selain yg ada pd diri atau klpnya
e.      Diskriminasi : tindakan yg membeda-bedakan dan kurang bersahabat dr klp dominan thdp klp subordinasinya
f.        Scape goating  (pengkambing hitaman) :
Hal2 yg bisa memperkecil pengaruh negative dr keragaman :
1.      Semangat religious
2.      Semangat nasionalisme
3.      Semangat pluralism
4.      Semangat humanism
5.      Dialog antar umat beragama
6.      Membangun satu pola kom ut interaksi maupun konfigurasi hubungan

PROBLEM KESETARAAN SERTA SOLUSINYA DLM KEHIDUPAN  
Kesetaraan – persamaan kedudukan man : suatu sikap ut mengakui adanya persamaan derajat, hak dan kewajiban sebag sesame man.
Indicator kesetaraan :
·         Adanya persamaan derajat dilihat dr agama, suku bgs, gol dll
·         Adanya persamaan hak dr segi pendidikan, pekerjaan dan kehidupan yg layak
·         Adanya persamaan kewajiban sebag hamba Tuhan, individu dan ang masy
Problema yg sering muncul bila tdk mengakui adanya kesetaraan ?
Tdk mengakui adanya kesetaraan – diskriminasi : setiap tindakan yg melakukan pembedaan thdp seseorg atau seklp org berdasarkan berbagai hal. Sep ras, agama, kondisi fisik dll

HAKIKAT NILAI DAN MORAL
Dlm kehidupan sehari2, man selalu bergelut dgn nilai
Banyak pakar yg mengidentikkan nilai dgn : harga, angka, skor, kadar, mutu ?
Bambang Daroeso – nilai : suatu kualitas / penghargaan thdp sesuatu yg menjadi dasar penentu tl seseorg
Darji Darmodiharjo – nilai : keadaan yg bermanfaat bg man baik lahir maupun batin
Sesuatu dianggap bernilai apabila memiliki sifat :
Ø  Menyenangkan
Ø  Berguna
Ø  Memuaskan
Ø  Menguntungkat
Ø  Menarik
Ø  Keyakinan
Ada 2 pdpt ttg nilai
Ø  Niliai itu obyektif – tdk ada yg diciptakan didunian ini yg tdk bernilai. Kebanyakan man tdk mengetahui nilai apa yg ada pd sesuatu
Ø  Nilai itu subyektif – sangat ditentukan tingkat kepentingan sesuatu thdp seseorg. Ms nasi lbh bernilai dr berlian ?
Nilai penting bg kehidupan man ? nilai bersifat normatif dan menjadi motivator tindakan man
KEADILAN DALAM HUKUM
Keadilan : sebag suatu keadaan dimana semua org dlm situasi yg sama diperlakukan secara sama
Plato – keadilan dpt diklasifikasi
Ø  Keadilan komunikatif : keadilan yg memberikan kpd setiap org sama banyaknya tanpa mengingat berapa besar jasa2 yg telah diberikan
Ø  Keadilan distributif : keadilan yg memberikan hak atau jata kpd setiap org berdasarkan jasa2 yg telah diberikan
Ø  Keadilan moral : keadilan yg mengikuti penyesuaian atau pemberian t4 seseorg dlm masy sesuai dgn kemampuannya  dan yg dianggap sesuai dgn kemampuan ybs
Keadilan akan memperkuat kaidah dlm menuju aturan normatif (hukum) shg berfungsi optimal
Fungi hukum
Ø  Sebag alat pengatur tertib hub masy – menunjukan mana yg baik - mana yg buruk, mana yg boleh – mana yg tdk, mana yg benar – mana yg salah
Ø  Sebag sarana ut mewujudkan keadilan social – mempunyai ciri memerintah dan melarang, mempunyai sifat memaksa, mempunyai daya yg mengikat secara fisik dan psikhis
Ø  Sebag penggerak pembangunan
Faktor2 penyebab masy mematuhi hukum
§  Kepentingan2 masy yg terlindungi oleh hokum
§  Pemenuhan keinginan – org mematuhi hukum krn adanya harapan ut menghindarkan diri dari sanksi
§  Identification – pematuhan akan kaidah hukum bukan nilai sesengguhnya melainkan krn keinginannya ut memelihara hub dgn ang masy lain
§  Internalization – kepatuhan ang masy kpd hokum krn kaidah2 hukum sesuai dgn nilai2 yg menjadi pegangan sebagian besar ang masy.

HAKIKAT SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI
Sains, teknologi, seni – esensi dari kebudayaan ? . . . . .
Kluckhon – ada 7 unsur keb : (1) peralatan hidup/teknologi, (2) sist mata pencaharian hidup/ekonomi, (3) sist kemasyarakatan / orga sos, (4) kesenian / seni, (5) sist pengetahuan / sains, (6) sist kepercayaan / religi, (7) sist bhs
Seluruh unsur keb – pasti ada pd setiap masy apapun keberadaannya (maju, tradisional). Makin maju suatu masy – unsure kebudayaannya juga semakin maju ?    ----- fungsi sains/iptek . . . . . . .
Fungsi utama iptek : membantu man agar aktivitas kehidupannya lebih mudah, lancar, efisien dan efektif shg kehidupannya menjadi lbh bermakna dan produktif.
Para filosof tekadang membedakan antara ilmu pengetahuan dan teknologi
Brown dan Brown – teknologi : penerapan praktis ilmu pengetahuan ut mengerjakan sesuatu yg kita inginkan
Marwah Daud Ibrahin – ilmu pengetahuan : suatu jawaban sistematis atas kata “why/mengapa”, sedangkan teknologi : jawaban praktis dari pertanyaan “how/bagaimana”
Iptek – menimbulkan berbagai perubahan dlm masy.  Positif, bs negative . . . . .
Secara makro perubahan yg terjadi :
1.      Perubahan intelektual – meninggalkan kebiasaan lama mulai mengabil kebiasaan baru – reaktualisasi
2.      Perubahan dlm orgasos yg mengarah pd kehidupan pol
3.      Perubahan dan benturan2 thdp tata nilai dan tata lingkungan
4.      Perubahan dibidang industry
Pengaruh negatif iptek lbh nampak apabila perkembangan iptek tdk diikuti perkembangan kemampuan manusia . . . . . .
Secara umum, masalah yg dihadapi Indo terkait dgn pemanfaatan iptek :
1.      Rendahnya kemampuan iptek nasional dlm menghadapi perkembangan global ( urutan ke 60 dari 72 negara)
2.      Rendahnya kontribusi  iptek nas dibidang produksi
3.      Blm optimalnya mekanisme intermediasi iptek yg menjembatani interaksi antara kapasitas penyedia iptek dengan kebutuhan pengguna
4.      Lemahnya sinergi kebijakan iptek shg kegiatan iptek blm memberikan hsl yg signifikan
5.      Masih terbatasnya sumber daya iptek
6.      Blm berkembangnya budaya iptek dikalangan masy
7.      Blm optimalnya peran ipten dlm mengatasi degradasi fungsi lingkungan hidup
8.      Msh lemahnya peran iptek dlm mengantisipasi dan menanggulangi bencana alam.   

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar